26 January 2026
JICT Resmikan Alat Baru Berbasis Listrik untuk Perkuat Produktivitas dan Daya Saing Terminal
Jakarta, (26/1/2026) — PT Jakarta International Container Terminal (JICT) meresmikan pengoperasian dua unit Side Loader Electric Vehicle (EV) dan dua unit Reach Stacker EV sebagai bagian dari langkah strategis perusahaan dalam meningkatkan produktivitas dan memperkuat daya saing terminal di tengah kompetisi industri pelabuhan yang semakin ketat.
Peresmian yang berlangsung di area workshop JICT ini menjadi salah satu tonggak penting dalam roadmap transformasi operasional perusahaan menuju terminal modern, efisien, dan berkelanjutan.
Wakil Direktur Utama JICT, Budi Cahyono, mengatakan bahwa pengoperasian alat EV ini merupakan respon langsung terhadap dinamika operasional yang terus berkembang, termasuk meningkatnya arus petikemas dan tuntutan layanan yang lebih cepat.
“Hadirnya unit EV ini menjawab tantangan produktivitas di lapangan. Teknologi listrik memberikan stabilitas, presisi, dan kenyamanan lebih tinggi sehingga dapat meningkatkan kesiapan alat serta mengurangi potensi downtime,” ujar Budi.
Ia menambahkan bahwa tingkat readiness alat yang tinggi adalah fondasi utama untuk memastikan operational excellence di terminal.
Menurut Budi Cahyono, peningkatan kapasitas dan kualitas alat merupakan langkah strategis untuk menjaga daya saing JICT di tingkat nasional maupun regional.
“Terminal petikemas kini bersaing pada kecepatan, konsistensi, dan kemampuan adaptasi teknologi. Investasi alat EV ini memberi ruang bagi JICT untuk memperkuat efisiensi dan mempertahankan kualitas layanan kepada pelanggan,” jelasnya.
Dengan tambahan armada EV ini, JICT berharap dapat meningkatkan kecepatan penanganan petikemas, mendukung kestabilan operasi, dan memberikan pengalaman layanan yang lebih baik bagi mitra usaha.
Selain mendukung produktivitas dan daya saing, penggunaan armada berbasis listrik merupakan bagian dari komitmen JICT dalam mendorong penerapan konsep Green Port.
Alat EV memiliki tingkat emisi nol dan polusi suara yang jauh lebih rendah dibandingkan unit konvensional, sehingga meningkatkan kualitas lingkungan kerja bagi operator dan tim lapangan.
“Pelabuhan masa depan adalah pelabuhan yang bersih dan efisien. JICT ingin mengambil peran aktif dalam mendukung agenda keberlanjutan,” tambah Budi.
Dengan hadirnya armada baru ini, JICT semakin percaya diri untuk memberikan layanan terminal petikemas yang cepat, aman, dan berstandar internasional.