News Header

JICT Dukung Pemberantasan Pungli di Pelabuhan Tanjung Priok

PT Jakarta International Container Terminal (JICT) mendukung penuh langkah-langkah yang dilakukan oleh pemerintah dan aparat penegak hukum untuk membersihkan praktik pungutan liar (Pungli) di kawasan kawasan pelabuhan Tanjung Priok, termasuk di terminal JICT.

“Kami prihatin dengan adanya praktik pungutan liar yang terjadi, termasuk penangkapan terhadap oknum pekerja outsourcing di terminal JICT yang tidak bertanggung jawab, dan kami yakin bahwa ini hanya segelintir kelompok kecil oknum yang melakukan pungli di lingkungan JICT demi mendapatkan keuntungan pribadi semata. Oleh karenanya, kami akan selalu mendukung setiap upaya penegakan hukum untuk memberantas praktik pungli,” kata Raditya Arrya, Corporate Secretary PT JICT dalam siaran persnya yang diterima Ocean Week, Jumat malam.

Menurut dia, pihaknya mengaku kecewa bahwa masih ada segelintir oknum pekerja yang tidak bertanggung jawab dari perusahaan outsourching yang ditunjuk oleh JICT yang diduga terlibat pungli. “Kami sedang berkoordinasi dengan perusahaan outsourching tersebut untuk memastikan peristiwa ini yang terakhir dan tidak terjadi lagi dilingkungan JICT. Kami juga akan dengan tegas minta perusahaan outsourcing tersebut untuk tetap membina dan memberikan apresiasi kepada pekerja-pekerja yang bertanggung jawab dan berdedikasi baik dalam melakukan pekerjaan, dan kepada segelintir oknum pekerja yang terlibat dalam praktik pungli ini untuk diambil tindakan tegas sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ungkap Raditya.

Raditya menambahkan bahwa manajemen akan memperketat dan tetap menerapkan sistem whistleblowing yang telah berjalan di JICT untuk mencegah terjadinya pelanggaran atau kecurangan yang terjadi di dunia kerja.

Setiap pelanggaran yang dilakukan akan diberikan sanksi berat sesuai ketentuan perusahaan yang berlaku. Sebagai operator peti kemas terbesar di Tanjung Priok, fokus JICT adalah memberikan layanan yang cepat, aman dan efisien. Apalagi ditengah situasi pandemi saat ini banyak tantangan yang harus dihadapi pelaku usaha ekspor impor yang dilayani JICT.

“Kami juga mengajak dan meminta kepada setiap pengguna jasa, pelanggan dan mitra kerja untuk tidak memberikan atau membayar biaya atau bentuk apapun kecuali tarif resmi dan mempunyai tanda terima resmi karena dengan demikian harapannya adalah dengan tindakan ini akan membuat dengan sendiri praktik pungli hilang. Kita semua sebagai pelaku usaha dipelabuhan ini harus menjaga iklim usaha yang sehat dan bebas pungli. Semoga langkah penegakan hukum yang tegas dan konsisten ini akan semakin meningkatkan daya saing layanan di Pelabuhan Tanjung Priok, khususnya di JICT,” tutup Raditya.

Seperti diketahui bahwa baru-baru ini, saat Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Tanjung Priok, dan menyempatkan berdialog dengan sopir trailer, mendapat curhatan jika para sopir sering dipalak preman.

Mendengar hal itu, sepontan Presiden langsung menelpon Kapolri untuk menyelesaikan itu.

Menyusul perintah Presiden, kemudian Polri berhasil mengamankan sebanyak 49 orang pelaku premanisme dan Pungli di perbatasan Dermaga Jakarta International Container Terminal (JICT) dan TPK Koja Jumat (11/6).

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, pihaknya telah mengamankan 49 orang pelaku premanisme dan Pungli.


OTHER NEWS


MV Calidris - Maiden Call CIM 2 Service dari Ocean Network Express (ONE)
Related News Image

26 May 2021

JICT kembali menerima kunjungan kapal perdana dari…


JICT Selenggarakan Pelatihan “Safety Refreshment Program” untuk Pegawai Operasional
Related News Image

25 May 2021

Untuk melindungi pegawai secara memadai dari insiden di…



Jakarta International Container Terminal